6

Mayang Sekar, Mahasiswa Prodi Psikologi Islam Menjuarai Qiratul Akhbar

By: Afri Setyoningsih

Mayang Sekar, anak ke dua (2) dari pasangan Hofar Ismail dan Yuli Astuti. Lahir pada 29 April 1998 yang beralamat di Desa Sangubanyu, RT 002 dan RW 003, Kecamatan Kutoharjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Terlahir  dengan bakat jurnalis dan debat menggunakan Bahasa Arab. “cita-cita saya ingin menjadi reporter internasional, maka dalam sehari harus bisa mendapatkan pengetahuan baru. Baca buku, debat, dan diskusi adalah kesukaan saya,” ujar Mayang.

Mayang (19), Mahasiswa dari jurusan Psikologi Islam (PI) Fakultas Dakwah  mendapat juara dua (2) pada acara Lomba Bahasa Arab yaitu Musabaqoh Lughah Arabiyah (MLA) setara tingkat Madrasah Aliyah (MA) dan Mahasiswa se-Jateng DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Dengan kategori QIROATUL AKHBAR yaitu membaca berita menggunakan Bahasa Arab. Awalnya Mayang aktif di Ittaqo yaitu organisasi kampus untuk mendalami Bahasa Arab. Kemudian dipilih untuk mewakili Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Salatiga. Untuk mengikuti lomba MLA di Kampus  IAIN Salatiga.

//psikologiislamfakultasdakwah.000webhostapp.com/wp-content/uploads/2017/11/5.jpg
5
//psikologiislamfakultasdakwah.000webhostapp.com/wp-content/uploads/2017/11/6.jpg
6

“Saya sangat bersyukur sehingga Allah memberikan peringkat dua, tentunya saya sangat senang dan tidak menyangka sebelumnya,” ujarnya. Awalnya tidak optimis menang setelah melihat lawan yang begitu lihai dan fasih Berbahasa Arab, serta mempunyai bakat yang sangat menarik dalam membawa berita. Ia mendaftar sudah  telat tiga hari sebelum waktunya.  Persiapan yang sangat kurang seperti mencari berita, menerjemahkan dalam Bahasa Indonesia, membuat slide, latihan nada baca, dan berusaha mengingat teks. Ia berani untuk maju dengan berbekal percaya diri, doa dan kemampuan Bahasa Arab dasar yang dimiliki.

Perlombaan yang diikuti tidak banyak selama enamahun di Pondok Darusalam Gontor. Hanya lomba antar pondok seperti perkemahan, penegak dan penggalang. Akan tetapi, setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangngan, bahkan kelebihan seseorang itu akan terkalahkan dengan orang yang berusaha keras untuk mampu, untuk maju, dan untuk sukses. “Jadi motivasi saya yaitu tidak akan pantang menyerah selagi ada rasa optimis, usaha sungguh-sungguh, dan berdoa dari dalam diri saya sendiri, juga meminta ridho dari orang tua, sampai kesuksesan dapat saya raih,” ujarnya.

Dengan motto hidup “ jika kita mengharapkan kesuksesan tetapi kita belum berada pada jalan menuju kesuksesan itu, maka kita tidak akan pernah mendapatkan kesuksesan tersebut. Layaknya kapal yang berjalan di daratan (bukan pada jalurnya), maka kapal tersebut tidak akan pernah sampai di dermaga yang dituju, ” ujar Mayang.

bu muna

Transformasi Penggunaan Media Sosial

By : Trisnawati Diah Utami

Dewasa ini, penggunaan media sosial meningkat tajam seiring dengan perkembangan pengguna internet di Indonesia. Tak hanya di Indonesia, fenomena ini bisa dikatakan terjadi di hampir semua negara di dunia. Tak heran jika kemudian penggunaan media sosial semakin meluas. Jika dulu media sosial hanya difungsikan sebagai wadah atau platform untuk berjejaring dan membentuk pertemanan, maka seiring dengan meningkatnya pengguna media sosial dan aktivitas mereka di dalamnya, fungsi media sosial pun semakin meluas.

Salah satu media sosial yang memiliki layanan untuk berbagi foto, video adalah Instagram. Media sosial yang berdiri sejak 2010 lalu didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, yang kemudian diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2012.

Instagram sendiri merupakan layanan media sosial yang digunakan untuk membagikan momen ke seluruh dunia. Foto dan video yang ingin disimpan dalam galeri Instagram dapat disunting dengan filter dan alat kreatif. Sementara untuk video, pengguna dapat menggabungkan beberapa video ke dalam satu video. Pengguna juga dapat mengirim pesan, foto maupun video melalui pesan pribadi dengan menggunakan Instagram Direct.

Ada juga orang yang iseng membagikan foto tentang anak kecil yang sedang merokok, sebenarnya tujuannya adalah untuk memperlihatkan terhadap khalayak. Tanpa disadari, ini akan berdampak negatif terhadap pengguna media sosial khususnya Instagram yang sekarang ini anak-anak pun bebas untuk memainkannya

Dari hal-hal tersebut, bisa disimpulkan bahwa dampak negatif dari media sosial itu sendiri adalah terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Perubahan sosial terjadi ketika ada kesediaan anggota masyarakat untuk meninggalkan unsur-unsur budaya dan sistem sosial lama, kemudian mulai beralih menggunakan unsur-unsur budaya dan sistem sosial yang baru. Perubahan sosial dipandang sebagai konsep yang serba mencakup seluruh kehidupan masyarakat baik pada tingkat individual, kelompok, masyarakat, negara, dan dunia yang mengalami perubahan. Hal-hal penting dalam perubahan sosial menyangkut aspek-aspek perubahan pola pikir masyarakat dan perubahan budaya materi.

Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin meningkatnya pola hidup konsumerisme. Dengan perkembangan media massa apalagi dengan munculnya media massa elektronik (media massa modern) sedikit banyak membuat masyarakat senantiasa diliputi perasaan tidak puas dan bergaya hidup serba instant. Gaya hidup seperti ini tanpa sadar akan membunuh kreatifitas yang ada dalam diri kita dikemudian hari.

bu muna

Citizen Journalism

By: Sofa Lailatul Izza

Kehadiran smartphone yang diterima luas oleh masyarakat Indonesia dengan baik, sekaligus meningkatnya ruang kebebasan mengungkapkan pikiran dan pandangan melalui blog maupun sosial media, menimbulkan suatu fenomena baru yaitu citizen journalism. Ya, sekarang bisa dikatakan siapa saja bisa menjadi jurnalis. Melaporkan banyak hal seperti kemacetan atau kecelakaan di jalan raya yang bisa dilakukan dengan tulisan maupun merekam video atau gambar dan meng-uploadnya. Mengabarkan  ke seluruh dunia.

Citizen jurnalisme merupakan aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa yang dikenal sebagai jurnalisme warga yang berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis dan menyebarkan berita atau informasi yang dikirim melalui media. Sedangkan kode etik jurnalistik merupakan suatu himpunan ketentuan yang merupakan pedoman bagi setiap wartawan yang melaksanakan peran di bidang jurnalistik.

Citizen jurnalisme adalah wajah masa depan dari pemberitaan. Saat ini banyak orang yang memiliki ponsel dengan kamera dan video rekaman di dalamnya. Jadi warga itu mengirim berita dengan mengumpulkan informasi dan dikirim ke media,” tutur Muh Kundori (40) (25/10).

Potensi citizen jurnalisme akan sangat besar, pertama karena orang Indonesia memiliki media yang dapat digunakan untuk berpartisipasi, misalnya komentar dalam berita online, blog pribadi, foto atau video. Kedua sifat yang suka berbagi ini akan menjadi the feature of news in Indonesia.

Konsep citizen journalisme pada dasarnya adalah warga yang turut memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan dan menyebarkan berita dan informasi. Belakangan ini banyak disebut sebagai alternatif dan bentuk aktivitas news gathering yang berfungsi di luar institusi media mainstream.

Teknologi media baru seperti jaringan sosial media dan berbagai situs web, warga dapat melaporkan berita lebih cepat daripada wartawan media tradisional. Contoh nyata dari pelaporan citizen jurnalism di media cetak ataupun di TV. Jadi, di media cetak telah disediakan secara rutin sebuah kolom, misalnya untuk mengirim sms atau artikel sedangkan di TV juga ada liputan kegiatan gambar radio.

Tetapi memang citizen journalisme ini tidak selamanya dipandang positif. Kritik dari fenomena yang muncul adalah bahwa tidak ada aturan atau kode etik dalam pelaporan, terlalu subjektif, amatir dalam kualitas dan cakupan. Terutama dalam journalisme media massa, ada kode etik bahwa berita harus berimbang, melakukan cek-ricek terhadap data yang sensitif dan cover both side (menampilkan dua sisi dalam pemberitaan). Prinsip ini maksudnya adalah dalam pemberitaannya media tidak hanya mendukung, mengulik, menggelitik, membahas, menyiarkan dan sebagainya. Serta berita yang berasal dari masyarakat ini mayoritas adalah sepihak.

bu muna

Harapan Baru di Talent Scouting Fakultas Dakwah

By: Rizka Indah Anggraini (43010150035)

Harapan Baru di Talent Scouting Fakultas Dakwah

Sebanyak lima belas mahasiswa terpilih program Beasiswa Talent Scouting Fakultas Dakwah mengikuti acara pembukaan, yang dilaksanakan di Aula Gedung Hasyim Ashari Kampus III IAIN Salatiga, (9/10). Acara dimulai pukul 08.30 dengan dihadiri jajaran dosen dan karyawan Fakultas Dakwah (Fakda).

Sebagaimana acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan III Bagian Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Rasimin, bahwa Talent Scouting (TS) ini adalah kegiatan membekali kompetensi mahasiswa. Sejalan dengan keberadaan Fakda dan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sebagai pawang informasi dan komunikasi (multimedia). “Sebagai mahasiswa yang menekuni bidang komunikasi dan multimedia, diharapkan ajang Talent Scouting ini menjadi pendongkrak semangat untuk berkarya sesuai kompetensi masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, tiga bidang dasar yang harus dikuasi oleh peserta TS adalah tulis menulis, penyiaran dan TV Youtube, serta pengembangan bahasa. Pada setiap bidang tersebut, mahasiswa akan ditemani oleh pembimbing yang berbeda-beda.

Setelah Mukti Ali, selaku Dekan Fakda meresmikan program ini, dosen yang hadir sebagai saksi memilih untuk undur diri dari ruangan. Dilanjut dengan pemaparan materi dari Rifqi Aulia Erlangga mengenai TV Youtube.

Ada beberapa ketentuan untuk memproduksi video atau film dengan kualitas publikasi di TV Youtube. Yakni ketajaman atau kejelasan gambar, kejernihan dan ketepatan audio, serta kedalaman topik untuk diulas. Selain itu, topik-topik positif dapat dijadikan tema untuk memproduksi video maupun tulisan.

Kilas Balik sebelum Hari Peresmian

Kurang lebih dua puluh tujuh mahasiswa KPI, Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Manajeman Dakwah (MD) yang telah lolos seleksi adminitrasi. Kemudian, pada Jumat (29/9), mereka mengikuti tahap seleksi wawancara di ruang dosen Fakda di lantai satu. Materi wawancara tentu tidak jauh-jauh dari Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, ditambah dengan minat dan bakat masing-masing peserta di bidang multimedia.

Bukan hal biasa jika ada mahasiswa yang takut menghadapi pemateri. Lebih tepatnya kekhawatiran tidak dapat menjawab materi. Terutama dalam hal bahasa Arab. Sehingga, mahasiswa yang mengantri di depan ruang dosen, sibuk mempelajari bahasa Arab menggunakan ponselnya, terutama bagi mahasiswa yang sama sekali tidak memahami soal bahasa tersebut.

Hasilnya, banyak yang keluar ruangan cepat karena telah berhasil menulis kalimat ismiyah dan fi’liyah, dilanjut dengan wawancara bahasa Inggris yang lebih menekankan pada perkenalan diri dan hobi. Dan diakhiri dengan wawancara bakat minat di ruang rapat, dengan pertanyaan seputar blog atau website pribadi, akun Youtube, dan pembuatan film.

Pengumuman peserta yang lolos ditempel di majalah dinding pada 03/10 lalu dengan hasil tiga belas mahasiswa KPI dan dua mahasiswa PMI.

Hari Pertama | Senin, 09 Oktober 2017

Masih di ruangan yang sama dengan acara pembukaan, mahasiswa berdiskusi bersama Rifqi, dosen yang memang sudah dikenal sebagai ahlinya TV Youtube IAIN Salatiga. Pada sesi ini, mahasiswa diharapkan dapat bersikap pro-aktif untuk menyampaikan ide-ide yang dapat dituangkan dalam bentuk film. Yang mana, hasil produk tersebut akan dipublikasi melalui channel Youtube milik kampus.

Tidak hanya TV Youtube, namun juga pembahasan soal tulis-menulis untuk website positif.info yang dikelola prorgram No Name Project (NN) atas izin Fakda. Karena ada keterkaitan antara isi materi tulisan dan produk film, yakni menyampaikan pesan-pesan dan informasi positif sekaligus menginspirasi.

Hari Kedua | Selasa, 10 Oktober 2017

Bertempat di ruang rapat Fakda, semua mahasiswa TS mendapat pelatihan mengenai Jurnalistik Online dengan narasumber Moh Kundori dari Harian Suara Merdeka, yang mengajak pendiri portal berita Jurnal Warga, Guruh Cahyono.

Isi materi tentu tidak jauh-jauh dari teknik menulis berita layaknya tulisan di media cetak. Hanya saja, mahasiswa dituntut untuk menulis sedikit lebih cepat. Sebagaimana adanya perkembangan berita online memang jauh lebih cepat diakses oleh masyarakat.

Sebagai percobaan pertama, mahasiswa melatih diri untuk menulis selama lima belas menit setelah menonton video rekaman wawancara mengenai pemilihan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Kristen 1 Salatiga. Kemudian, hasil tulisan itu dievaluasi satu-persatu untuk diketahui kekurangan dalam menulis sehingga tahu mana yang harus dibenahi.

Secara umum, peserta sudah memenuhi standar dasar kepenulisan jurnalistik. Hanya saja, perlu ada penambahan jam bimbingan untuk mempelajari lebih lanjut teknik wawancara dan peliputan sampai proses publikasi.

Menurut Kundori sebagai pembimbing, ia menilai bahwa program TS memang sangat penting bagi pengembangan bakat mahasiswa. Karena, dengan adanya bimbingan seperti ini, keinginan dan keterampilan masing-masing peserta dapat terarah.

Hari Ketiga | Rabu, 11 Oktober 2017

Sembari menunggu pemateri datang, Imam Subqi sebagai koordinator TS mengajak berbincang ringan para mahasiswa. Kali ini ruangan yang dipakai adalah laboratorium radio Masda milik Fakda. Ia menuturkan bahwa dalam program TS ini, akan ada kreasi-kreasi produk mahasiswa, meski hanya berupa video pendek yang diupload pada saluran Youtube masing-masing.

Kemudian, Kristi Priantara Wibowo atau yang lebih suka dipanggil Ryan, mulai memberi arahan mengenai apa dan bagaimana menjalankan radio. Dimulai dengan penjelasan soal perizinan yang dilanjut dengan teori “berbicara di radio”. Percobaan-percobaan pun dilakukan, seperti tempo berbicara, intonasi suara, dan sebagainya.

Di sesi berikutnya, mahasiswa melakukan uji coba siaran radio yang dipandu oleh pemateri. Yang pertama, mahasiswa diharuskan untuk menyampaikan tips masing-masing secara individu. Dilanjut dengan duo DJ yang beradu membacakan berita sesuai kelompok.

Berbicara mengenai TS, Ryan cukup mengapresiasi Fakda karena telah menyediakan beberapa alat laboratorium sebagai bahan belajar bagi mahasiswa, sekaligus mengajak praktisi untuk memberi bimbingan. Keberadaan laboratorium radio tidak lebih sebagai acuan menekan kemampuan mahasiswa secara praktis dan lapangan disamping membangun kepercayaan diri. Karena setiap peserta memiliki keunikan sendiri-sendiri yang patut untuk dikembangkan. Ada banyak pengalaman dan kehangatan selama proses pelatihan radio hari itu. Dilihat bagaimana ekspresi dan ketertarikan peserta dalam merespon pembimbing.

“Ilmu itu seperti pedang yang kalau tidak diasah maka akan tumpul. Yang penting adalah teman-teman selalu bersikap rendah hati dan mampu untuk menyebarkan ilmu yang mereka dapat kepada teman yang lain. Virus kebaikan ini harus disebarkan karena memang kecerdasan itu dilihat juga dari bagaimana cara mereka menjadi cerdas seperti itu,” ungkap Ryan.

4

Membangun Kekompakan UKM melalui “Fosil”

By : Nona Hartini Kader

Salatiga (23/3) – Gabungan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengadakan silaturahmi yang diadakan di sanggar Teater Getar. Acara yang diberi nama Forum Silaturahmi (Fosil) ini tidak hanya dihadiri oleh pengurus UKM saja, namun juga di hadiri oleh Presiden  Mahasiswa, Ahmad Wasi’uzzulfa.

Acara diawali dengan pembacaan tahil dan diakhiri dengan makan malam bersama, bertujuan agar para pengurus UKM yang ada di lingkngan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga semakin kompak. Di acara tersebut juga diadakan sarasehan. Di dalam sarasehan, setiap pengurus UKM diberi kesempatan untuk menyampaikan apa saja agenda terdekat yang akan mereka laksanakan. Tak hanya menyampaikan agenda terdekat, namun mereka juga diberi kesempatan menyampaikan masalah yang mereka hadapi.

Seperti permasalahan mengenai batas sekretariatan antara Student Sport Club (SSC) dengan Komunikasi Study Ekonomi Islam (KSEI)  yang berada di gedung UKM 1. Setelah acara sarasehan selesai, dilanjutkan dengan acara makan malam bersama. Diawali dengan potong tumpeng yang dilakukan oleh Lurah Teater Getar dan di berikan kepada ketua Dema. Acara ini ditutup doa bersama yang dipimpin oleh Presiden Mahasiswa.

“Acara tersebut akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali setiap Kamis malam, serta untuk tempat pelaksnaannya akan bergiliran di setiap sekretariat UKM.” tutur Ahmad Wasi’uzzulfa, Presiden Mahasiswa. Menurutnya, acara ini merupakan acara yang sudah lama ada. Namun karena pergantian Presiden Mahasiswa membuat acara ini berjalan tidak maksimal. Tapi, tahun ini dia berkeinginan acara ini tetap terlaksana, dan komunikasi antar UKM berjalan secara baik. Dia juga berharap agar acara ini berjalan secara istiqomah (terus menerus).

3

Keseriusan Pelawak di Tengah Candaannya

By : Lakna Tulas’un (43010-15-0048)

BLORA – MPR-RI lagi–lagi  memberikan pemahaman tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Blora, tepatnya di Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora pada Sabtu (30/09) lalu. Kegiatan ini digelar berkat kerja sama dengan pemerintah daerah kabupatan setempat, yaitu dengan menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk bersama dalang kondang dari pesisir pantai utara Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yakni Ki Dalang Sigit Ariyanto, dengan lakon ‘Semar Babar Jati Diri’, dengan bintang tamu Bagong dari Semarang – Jawa Tengah. Pagelaran tersebut bertempat di pusat Kota Blora, yakni di alun-alun Blora.

Kegiatan yang bertemakan ‘Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, NKRI yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta UUD–RI ’45 sebagai landasan konstitusional’ ini dihadiri oleh Bupati Blora beserta jajarannya, tokoh masyarakat Kecamatan Blora Kota dan kecamatan tetangga, beberapa anggota DPRD setempat dan anggota MPR-RI, serta masyarakat biasa dari daerah sekitar.

Acara yang juga disiarkan langsung oleh RSPD Gagak Rimang tersebut berlangsung sangat meriah. Di tengah-tengah lakon yang sedang berlangsung, yang biasanya orang-orang menyebutnya dengan ‘limbukan’, dalang dan bintang tamu memberikan pitutur luhur dan tujuan dari pihak penyelenggara buat seluruh masyarakat. “Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah agar tidak terpengaruh dan tergelincir dengan kehidupan yang negatif. Empat pilar MPR–RI ini hendaknya sebagai pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kita harus cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan pembekalan dan pemahaman Empat Pilar MPR-RI. Untuk mempermudah dalam pengingatan, saya singkat dengan PBNU, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.” tutur Bagong.

“Yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) seta UUD–RI ’45 (Undang–Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang membingkai dan melandasi serta jadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara.” Sahut Ki Sigit Ariyanto.

Turut hadir dan naik panggung dari beberapa anggota MPR–RI dan DPRD setempat untuk ikut memeriahkan acara dan memberikan sedikit penegasan yang telah dihaturkan oleh dalang dan bintang tamu. Dia menambahkan dan mempertegas ujaran Ki Sigit dan Bagong, “Persatuan dan kesatuan bangsa ini harus terus dan tetap dipelihara dan diperjuangkan. Harapan kita bersama, agar negara terus bersatu dalam NKRI. NKRI harga mati!” tegas salah satu anggota MPR–RI. Selain memberikan sambutan, meraka juga membagikan beberapa lembar uang ratusan ribu bagi penonton yang bisa menjawab pertanyaannya. Isi dari pertanyaan tersebut kurang lebih tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Dari pitutur Bagong tersebut dapat disimpulkan bahwa kehidupan Bangsa Indonesia ini semakin kuat dan kokoh tak tertandingi, hendaknya segenap komponen bangsa disamping memahami dan melaksanakan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainya, yaitu PBNU dan Pancasila.

bu muna

Menulis Buku Harian Itu Bermanfaat

By: Humaida Fatwati

Menulis buku harian adalah salah satu cara untuk mengabadikan setiap momen yang ada. Namun pada era digital kali ini, nampaknya menulis buku harian merupakan sesuatu yang kurang begitu penting dan sedikit peminatnya. Tak heran, bahwa kini orang-orang lebih memilih menuliskan segala sesuatunya di sosial media daripada menuliskannya di buku harian. Padahal, ketika menulis buku harian, akan ada banyak sekali manfaat yang dapat diambil.

Ketika menulis buku harian, tanpa sadar sebenarnya kita tengah berlatih untuk menjadi penulis yang baik. Karena pada saat menulis buku harian kita akan terfokuskan dengan apa yang kita tulis dan apa yang kita rasakan. Hal tersebut juga akan meningkatkan konsentrasi kita terhadap sesuatu.

Menulis buku harian, sebenarnya tidak harus dengan frasa yang bagus. Disaat kita menuliskannya kita cukup mendengarkan apa yang ada dalam pikiran kita atau uneg-uneg dalam diri kita. Kemudian, kita akan menemukan rasa lega setelah menyampaikannya

Buku harian merupakan sahabat terbaik untuk bercerita, sebab sewaktu-waktu kita membutuhkan pun, ia selalu ada. Buku harian tidak akan membeberkan apa yang kita sampaikan padanya. Selain itu, rahasia yang kita tuliskan pada buku harian akan tersimpan rapat-rapat tanpa orang lain tahu.

Menulis buku harian akan membuat kita lebih sehat dan mengurangi kadar stress. Peneliti dari Universitas Texas, James Pennebaker menuliskan bahwa ketika menulis buku harian, sel-sel kekebalan tubuh yang dikenal dengan T-lymphocytes akan menjadi lebih kuat. Pennebeker meyakini, menuliskan peristiwa-peristiwa yang penuh tekanan akan membantu kita memahaminya. Dengan begitu, hal ini akan mengurangi dampak penyebab stes terhadap kesehatan fisik kita.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” –Pramoedya Ananta Toer

kuliner

Dua Jam Terjual Habis, Martabak Manis Favorit Warga Bandungan Sumowono

Oleh : Khoirul Afiyah

Bandungan – tepatnya di sebuah tradisional. Siapa yang menyangka ditengah penjual sayuran terdapat sebuah gerobak yang berdiri kokoh dengan bertulisan Martabak Mini, Masyarakat sekitar biasa menyebut pasar tersebut dengan Pasar Jimbaran. Sayangnya martabak tersebut ada pada sore hari. Sarwanto hanya berjualan pada sore hari yaitu mulai pukul 16.00 WIB sampai adzan maghrib, dalam waktu dua jam tersebut martabak mungilnya sering habis diserbu pembeli.

Usaha martabak manis tersebut dikelola oleh Sarwanto asal Wonogiri. Gerobak yang ia gunakan cukup sederhana, bagian depan tertulis Martabak Mini Only Rp.1000, di bagian samping ditempelkan daftar varian rasa seperti coklat, strawberry, vanilla, coklat kacang, coklat keju, blueberry, dan masih banyak lagi. Sarwanto dengan cekatan menuang adonan di atas wajan pemanggang. Dalam waktu kurang dari 10 menit, ia menyelesaikan  satu kotak berisi 10 buah martabak.

Selain rasanya yang gurih dan enak, martabak ini juga sangat murah. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp.1000 sudah bisa menikmati satu martabak. Mulai anak kecil sampai orang tua banyak yang menyukai makanan manis itu. Hal ini terbukti dari banyaknya antrian dengan berbagai usia.

 

bu muna

BAHAYA HOAX

By: AFIF JAMALUDIN (43010150047)

HOAX adalah kabar, informasi, atau berita palsu. Hoax biasanya muncul akibat adanya isu yang sedang beredar di masyarakat luas entah itu dalam hal politik, ekonomi, dan lain-lain. Hoax yang dibuat oleh seseorang atau kelompok memeiliki beberapa tujuan, misalnya memecah belah, main-main, hasutan, pembentukan opini publik, politik, dan ekonomi.

Menurut Dewan Pers, di Indonesia maraknya berita hoax karena adanya krisis kepercayaan terhadap media mainstream sehingga publik menjatuhkan pilihan ke media abal-abal. Penyebab lain maraknya berita hoax karena pemerintah lambat merespon isu yang muncul di kalangan masyarakat luas. Bahaya yang di timbulkan oleh hoax dapat menyerang siapapun tanpa pandang bulu. Media CNN Indonesia menuliskan bahwa saat ini Kominfo telah telah memblokir 11 situs yang dianggap melemparkan provokasi berbau SARA (Suku Ras Agama dan Antar golongan).

Seiring perkembanagan teknologi di Indonesia serta kemudahan masyarakat dalam menggunakan teknologi tersebut, hoax semacam alat perang yang efisien untuk dapat memecah belah masyarakat  bahkan antar Negara. Penyebaran berita hoax yang terus timbul di media online tidak dapat terbendung, akibatnya masyarakatlah yang menjadi korban dari berita hoax tersebut. Seperti contoh kasus hoax tentang penculikan anak yang bersumber dari okezone.com, seorang kakek di Kalimantan Barat tewas karena di hakimi warga. Masyarakat mengira kakek tersebut hendak menculik anak, akibat hoax yang telah menyebar luas tentang penculikan anak, Kakek tersebut meregang nyawa.

Masih banyak lagi berita hoax yang bermunculan di Masyarakat. Di Indonesia terdapat sebuah kelompok yang menjadikan Hoax sebagai ladang usaha, yaitu kasusu Saracen. Sindikat ini memiliki beberapa group di facebook. Mereka menyebarkan isu SARA di media sosial. Mereka juga kerap mengirim proposal ke pihak-pihak terkait mengenai jasanya untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA. Setiap proposal yang mereka sebarkan mempunyai nilai hingga puluhan juta rupiah.

Dalam isu yang berkembang di masyarakat, kita sebagai orang awam harus jeli dalam memilih berita, khusunya di media sosial. Banyak cara untuk mengetahui berita di media sosial apakah itu Hoax atau asli. Berikut beberapa cara mengenali berita Hoax atau bukan dengan cara meihat judul berita, membaca isi berita, cek sumber berita apakah dari sumber terpecaya atau tidak, melihat tanggal sumber berita, bandingkan dengan berita lain, dan amati foto yang terpampang dalam berita, asli atau editan.

Kejelian dalam memilih berita di media sosial sangat dianjurkan, karena bahaya hoax itu nyata. Fenomena berita hoax yang bermunculan di kalangan masyarakat seharusnya menjadi PR khusus yang harus dihentikan, karena dampaknya yang begitu berbahaya. Bukan hanya Pemerintah saja yang harus memerangi berita hoax, masyarakat juga harus ikut serta dalam memerangi berita hoax. Oleh karena itu, pengertian akan bahaya hoax harus di tanamkan sejak dini dan masyarakat harus mengerti cara mengenali berita yang benar atau tidak agar terhindar dari bahaya hoax.

 

1

Keyboardist Perempuan yang Jadi Finalis Duta IAIN Salatiga

By : Guswin

Ada yang berbeda dari gadis yang satu ini. Di saat peserta lain menunjukkan bakat dalam seleksi Duta IAIN Salatiga, hanya dia yang menampilkan kebolehannya dalam tarik suara diiringi permainan keyboard dari tangan-tangan lembutnya. Ia bernama Yunita Nur Indah Sari, mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) semester tiga. Gadis kelahiran 15 Juni 1998 ini mendapatkan juara tiga di ajang Duta IAIN 2017 kemarin.

Anak pertama dari pasangan Sumarso dan Sri Sulastri ini sudah mempelajari keyboard semenjak kelas 3 SD. Meski sempat vakum agak lama, Yunita masih tetap lancar memainkan instrumen musik itu. Saat memasuki masa kuliah, ia mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Musik Club (SMC) yang bergerak di bidang musik, sehingga semakin menambah skill yang ia miliki.

//psikologiislamfakultasdakwah.000webhostapp.com/wp-content/uploads/2017/11/2.jpg
2
//psikologiislamfakultasdakwah.000webhostapp.com/wp-content/uploads/2017/11/1.jpg
1

Selain aktif di bidang musik, gadis yang suka nasi goreng dan es jeruk ini juga pernah mengikuti beberapa lomba lain, di antaranya olimpiade matematika, lomba karya ilmiah remaja tingkat provinsi, dan lomba musikalisasi puisi. Yunita memiliki motto ‘Minimalis untuk maksimalis’, jadi Yunita optimis untuk mengembangkan kreatifitas tanpa batas.